Mengajak si kecil ke dokter gigi bisa terasa menakutkan baginya, terutama jika pengalaman pertamanya kurang menyenangkan. Segala hal di ruang perawatan, mulai dari aroma khas klinik, suara mesin bor, hingga sosok dokter gigi, dapat berubah menjadi trauma tersendiri. Jika sudah telanjur takut, si kecil akan semakin sulit dibujuk untuk merawat giginya, sehingga kesehatan mulutnya berisiko terabaikan di kemudian hari. Apalagi, sebentar lagi perayaan momen kemerdekaan, jangan sampai ia tak bisa berpartisipasi di kemeriahan acaranya karena sakit gigi.
Untuk mencegah hal tersebut, kamu perlu memastikan kunjungan perdana si kecil berkesan positif dan membuatnya nyaman. Kuncinya adalah cermat dalam memilih klinik gigi yang berpengalaman serta memiliki pendekatan yang ramah pada anak-anak. Sebab, tak semua klinik gigi bisa memberikan perawatan gigi anak dengan pendekatan yang bisa diterima si kecil, salah memilih tempat periksa justru bisa memicu rasa takut yang lebih besar untuknya.
Beberapa Hal Yang Bisa Memicu Anak Trauma Ke Dokter Gigi!
- Pendekatan Dokter Gigi Yang Tidak Ramah Anak
Menangani pasien anak tentu tidak bisa menggunakan pendekatan yang sama seperti pasien dewasa. Dokter gigi yang kurang terbiasa menghadapi anak-anak bisa membuat seluruh pengalaman pertama perawatan giginya terasa asing, tidak nyaman, dan menegangkan bagi si kecil.
- Rasa Sakit Yang Tidak Diantisipasi
Tanpa edukasi mengenai prosedur perawatan gigi, mulai dari proses, tujuan, hingga pengenalan alat-alatnya, si kecil akan mudah merasa cemas dan terus bersikap waspada. Akibatnya, jika ia merasakan rasa sakit atau tidak nyaman secara tiba-tiba, pengalaman buruk tersebut bisa membekas dan membuatnya enggan untuk periksa gigi lagi.
- Lingkungan Yang Asing & Menakutkan
Bagi si kecil, klinik gigi adalah lingkungan baru yang cukup asing. Sensasi aroma khas klinik hingga suara peralatan medis tak jarang memupuk rasa cemasnya. Ditambah lagi, jika suasananya terlalu kaku dan formal, si kecil tentu akan semakin tegang saat menunggu gilirannya dipanggil.
- Orang Tua Yang Terlihat Gelisah
Sebagai orang tua, usahakan untuk tetap tenang dan tidak ikut tegang saat menemani si kecil periksa gigi. Sebab, anak-anak sangat sensitif dan bisa dengan mudah menangkap rasa cemas yang kamu rasakan. Akibatnya, ia justru makin yakin bahwa berkunjung ke dokter gigi adalah hal yang menakutkan.
- Mengajak Anak Ke Dokter Gigi Dengan Kata Yang Mengancam
Hindari menjadikan kunjungan ke dokter gigi sebagai bentuk ancaman atau hukuman bagi si kecil. Sebisa mungkin, jauhi penggunaan kata-kata pemicu rasa takut seperti ‘disuntik’ atau ‘dicabut’, dan jangan pernah menggambarkan sosok dokter gigi sebagai figur yang menakutkan.
Tips Memilih Dokter Gigi Anak Yang Cocok Untuk Si Kecil
- Pastikan dokter gigi yang kamu pilih bergelar Sp.KGA (Spesialis Kedokteran Gigi Anak) atau setidaknya sudah sangat berpengalaman dalam menangani pasien anak-anak.
- Jangan lupa cermati suasana dan fasilitas kliniknya! Klinik gigi yang ramah anak biasanya memiliki area tunggu yang menyenangkan, lengkap dengan buku cerita hingga mini playground agar si kecil tetap tenang dan betah sebelum diperiksa.
- Simak cara dokter gigi berkomunikasi dengan si kecil! Dokter gigi yang berpengalaman biasanya menerapkan metode ‘Tell-Show-Do’, yaitu pendekatan khusus agar anak dapat memahami setiap langkah perawatan yang akan dijalaninya dengan cara yang seru dan mudah dimengerti.
- Sebelum membuat appointment, pastikan kamu mengecek reputasi kliniknya terlebih dahulu. Kamu bisa mencari tahu ulasan dan testimoninya melalui media sosial, Google Reviews, atau bertanya langsung kepada sesama orang tua.
Jadikan Kunjungan Pertama Si Kecil ke Dokter Gigi Berkesan dan Menyenangkan!
Memilih dokter gigi anak yang tepat adalah investasi jangka panjang untuk kesehatan mulut si kecil. Jadi, bukan sekadar mencari dokter yang kompeten secara medis, melainkan juga yang mampu berkomunikasi dengan sabar dan ramah anak. Pengalaman yang menyenangkan di kunjungan perdana akan membuat si kecil jauh lebih kooperatif saat diajak periksa kembali di kemudian hari tanpa rasa takut.
Oleh karena itu, kamu tidak perlu menunggu sampai si kecil mengeluh sakit gigi untuk membawanya ke klinik gigi terdekat. Biasakan ia memeriksakan giginya secara rutin minimal 6 bulan sekali, agar momen periksa gigi terasa biasa dan tidak menakutkan. Di IGGI Dental, kamu bisa menemukan tim dokter gigi Surabaya yang sangat berpengalaman dan bersahabat dalam mendampingi anak-anak.
Yuk, ciptakan momen periksa gigi pertama yang manis dan berkesan untuk si kecil bersama IGGI Dental!
Baca juga: Pasang Behel Anak: Manfaatkan Libur Sekolah Untuk Persiapan Yang Lebih Efektif!
Frequently Asked Question:
Q: Apa saja masalah gigi yang umum terjadi pada anak?
A: Masalah gigi anak yang sering ditemukan banyak bermula pada keseharian mereka yang kurang merawat kebersihan gigi, mulai dari karies gigi, gigi berlubang, radang gusi, hingga masalah struktur susunan gigi.
Q: Bagaimana memilih dokter gigi anak?
A: Kamu bisa menemukan dokter gigi yang tepat untuk si kecil dengan memilih dokter spesialis kedokteran gigi anak, memastikan kliniknya ramah anak, serta mengecek ulasan reputasi dokter dan kliniknya, baik secara online maupun offline.
Q: Berapa biaya perawatan gigi anak?
A: Biaya perawatan gigi anak bisa bervariasi, tergantung pada kebijakan masing-masing klinik gigi di Surabaya. Secara umum, besaran biayanya dipengaruhi tingkat kerumitan kasus gigi dan keluhan si kecil. Dapatkan harga terbaik dengan pelayanan profesional dan ramah hanya di IGGI Dental.